Inovasi "Mbakboyo Manggung" di Kantor Kecamatan Tambakboyo. (ist)

Lebih dari Sekadar Tugas, “Mbakboyo Manggung” Tanamkan Pelayanan dengan Rasa Cinta

Tubankab – Banyak warga masih merasa segan dan khawatir saat harus mengurus keperluan di kantor pemerintahan. Mereka kerap dibayangi kesan prosedur yang berbelit serta adanya biaya tersembunyi. Merespons kegelisahan tersebut, Kecamatan Tambakboyo meluncurkan inovasi pelayanan bertajuk “Mbakboyo Manggung”.

Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo, S.STP., mengungkapkan stigma kantor pemerintahan sebagai tempat yang menakutkan dan canggung masih dirasakan sebagian masyarakat. Padahal, idealnya kantor pemerintahan menjadi ruang yang terbuka dan ramah bagi warga. “Mbakboyo Manggung” hadir dengan misi sederhana, yakni menciptakan kenyamanan dan menghadirkan senyuman bagi warga yang mengurus administrasi, Rabu (21/1).

Inovasi “Mbakboyo Manggung” diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung pelayanan. Ruang pelayanan didesain bersih, sejuk, dan tertata, termasuk tersedianya ruang laktasi. Untuk mempercepat proses layanan,  terang Ari—sapaan Camat Tambakboyo—ruang pelayanan dibagi menjadi dua sektor. Ruang sisi timur digunakan untuk pengurusan administrasi kependudukan, sedangkan ruang sisi barat diperuntukkan bagi pengurusan perizinan lain, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), kewarisan, dan layanan sosial. “Pembagian ini bertujuan agar antrean lebih tertib dan warga tidak bingung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Camat Tambakboyo itu menekankan bahwa hal yang lebih penting dari fasilitas fisik adalah nilai ketulusan dalam melayani. Ia berharap warga tidak lagi merasa segan saat mengurus keperluan dan perizinan. Setiap aparatur diminta melayani dengan hati terbuka dan penuh kasih sayang tanpa pamrih, karena pelayanan yang tulus berangkat dari rasa cinta yang tidak menuntut balasan.

Respons positif juga datang dari warga. Wartuti, warga Desa Sawir, yang mengurus KTP, mengaku merasakan pelayanan yang cepat dan ramah sejak awal hingga selesai. Ia juga menyebutkan bahwa seluruh proses pelayanan di kantor kecamatan tidak dipungut biaya.

Apresiasi turut disampaikan tokoh masyarakat Desa Glondonggede, Alauddin Nuril. Menurutnya, inovasi tersebut memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi warga berkat respons petugas yang cepat dan baik, sehingga koordinasi antara masyarakat dan pihak kecamatan berjalan lebih lancar.

Melalui “Mbakboyo Manggung”, Kecamatan Tambakboyo berupaya mereformasi citra pelayanan publik dari sekadar rutinitas birokrasi menjadi wujud nyata kepedulian dan kasih sayang, guna membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang tulus. (agus/yavid)

comments powered by Disqus