Tingkatkan Kualitas Data Gender dan Anak, 60 Desa di Tuban Ikuti Bimtek SIGA
- 16 July 2026 17:50
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 104
Tubankab – Kebijakan yang tepat berawal dari data yang berkualitas. Berangkat dari semangat tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A serta PMD) Kabupaten Tuban menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) bagi operator dari 60 desa di Kabupaten Tuban, Kamis (16/7).
Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan umur sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan yang responsif gender serta berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A serta PMD Kabupaten Tuban, Santi Wijayanti, S.E., serta dihadiri Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Mahendra Yanu Putra Perdana. Turut hadir narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur.
Sebagai landasan pelaksanaannya, Bimtek SIGA mengacu pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Data Gender dan Anak. Regulasi tersebut menjadi pedoman bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam mengelola, mengumpulkan, serta menyajikan data terpilah mengenai gender dan anak guna mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Mewakili Kepala Dinsos P3A serta PMD Kabupaten Tuban, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Santi Wijayanti, S.E., mengatakan data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan umur memberikan gambaran kondisi perempuan dan laki-laki pada seluruh kelompok usia di berbagai aspek kehidupan. Data tersebut menjadi landasan dalam pengintegrasian perspektif gender, termasuk penyusunan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) pada setiap kebijakan, program, kegiatan, maupun subkegiatan.
"Ketersediaan data terpilah hingga saat ini masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang memadai bagi para penghasil data agar mampu melakukan pemilahan, pengolahan, penyajian, hingga analisis data secara tepat sehingga menghasilkan informasi yang komprehensif dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan," jelasnya.
Lebih jauh, Santi menuturkan penyelenggaraan Bimtek SIGA memiliki arti penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tuban mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan gender, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Menurutnya, data gender dan anak bukan sekadar kumpulan angka, melainkan potret kondisi masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Selaras dengan itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya data gender dan anak, kemampuan mengelola serta menganalisis data secara tepat guna, sekaligus mendorong terwujudnya integrasi data gender dan anak ke dalam sistem perencanaan pembangunan Kabupaten Tuban. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun komitmen bersama antara perangkat daerah, pemerintah desa, instansi terkait, dan mitra pembangunan dalam mengembangkan serta memanfaatkan Sistem Informasi Gender dan Anak.
Untuk itu, Santi berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing sehingga data yang dihasilkan tidak hanya menjadi kelengkapan administrasi, tetapi benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi lintas sektor karena pengelolaan data gender dan anak merupakan tanggung jawab bersama.
"Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan mengubah hidup banyak orang," pesannya.
Melalui bimtek SIGA ini, pihaknya berharap fondasi data yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan semakin kuat sebagai pendukung terwujudnya pembangunan daerah yang adil, responsif gender, dan ramah anak. (mswn/yav)










