Atlet Tenis Junior Tuban Borong Prestasi di Soengennep Open Tennis Junior 2026
- 08 August 2026 21:05
- Yavid
- Umum,
- 11
Tubankab - Atlet tenis lapangan junior Kabupaten Tuban kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Soengennep Open Tennis Junior (Sontour) yang digelar di Sumenep pada 3–9 Agustus 2026, kontingen tenis junior Tuban berhasil membawa pulang sejumlah gelar dari berbagai kelompok umur (KU).
Turnamen tenis junior nasional tersebut diikuti pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bondowoso, Lumajang, Malang, Surabaya, Tuban, Banjarbaru, NTB, Lombok Timur, Sumenep, Pamekasan, dan daerah lainnya.
Kontingen Tuban menunjukkan performa apik dengan meraih prestasi di nomor tunggal dan ganda. Berikut capaian atlet Tuban dalam ajang tersebut:
• Amira Shidqiyah Hanin – Juara 3 Ganda Putri KU 12.
• Aisha Kirana Rusdiyanto – Juara 2 Tunggal Putri KU 14 dan Juara 2 Ganda Putri KU 14.
• Nia Efita Putri – Juara 1 Tunggal Putri KU 16.
• Devattar El Zayyan Rahardika – Juara 2 Tunggal Putra KU 12 dan Juara 3 Ganda Putra KU 12.
• Marfel Nur Rahmat – Juara 3 Tunggal Putra KU 14 dan Juara 2 Ganda Putra KU 14.
Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Tuban, Wahyu Ari Prananto, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para atlet Tuban dalam turnamen tersebut.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan tenis lapangan di Kabupaten Tuban terus menunjukkan perkembangan. Namun, capaian itu diharapkan tidak berhenti pada satu turnamen saja.
"Kami bersyukur atas prestasi yang diraih atlet-atlet Tuban. Harapannya, atlet yang ada bisa terus berkembang, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah," ujar Wahyu saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (8/8).
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di ajang nasional menjadi bekal penting bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding. Selain itu, atlet yang berprestasi di kelompok umurnya diharapkan dapat memotivasi munculnya generasi penerus.
"Prestasi ini menjadi bekal bagi atlet-atlet kami. Ke depan, kelompok umur tersebut juga harus diisi oleh atlet baru agar regenerasi terus berjalan," imbuhnya.
Wahyu juga berharap capaian atlet junior Tuban dapat menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Tuban terhadap perkembangan olahraga tenis lapangan.
Menurutnya, salah satu kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas atlet adalah memperbanyak kompetisi. Dengan sering mengikuti pertandingan, atlet akan mendapatkan pengalaman dan terbiasa menghadapi berbagai karakter permainan lawan.
"Kami berharap Pemkab Tuban dapat memberikan perhatian lebih, salah satunya dengan mengadakan pertandingan yang lebih sering," katanya.
Selain kompetisi, pembinaan juga perlu terus ditingkatkan secara menyeluruh, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun wasit. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ekosistem tenis yang semakin baik di Kabupaten Tuban.
"Pembinaan harus terus ditingkatkan, baik untuk atlet, pelatih, maupun wasit. Semua unsur harus berjalan bersama untuk meningkatkan kualitas tenis di Tuban," jelas Wahyu.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan prestasi atlet junior. Dukungan orang tua, mulai dari motivasi, pendampingan latihan, hingga dukungan mengikuti kompetisi, menjadi faktor penting dalam perkembangan atlet usia dini.
"Yang tidak kalah penting adalah dukungan orang tua. Kami berharap orang tua menjadi tiang utama dalam perkembangan atlet," pungkasnya.
Dengan capaian di Soengennep Open Tennis Junior 2026, Pelti Tuban berharap semakin banyak atlet muda potensial yang muncul. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berlatih, berkompetisi, dan membawa nama Kabupaten Tuban di berbagai kejuaraan, baik tingkat regional maupun nasional. (yeni dh/yav)










