Dekranasda Tuban Bawa Batik Tenun Gedog Tuban ke Panggung Nasional Kriyanusa 2026
- 26 September 2026 22:39
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 11
Tubankab – Batik Tulis Tenun Gedog khas Kabupaten Tuban semakin diperkenalkan ke panggung nasional. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tuban, karya kriya khas Tuban turut dipamerkan pada ajang Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 26–30 September 2026.
Kriyanusa 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran Kerajinan Nusantara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas Indonesia, Selvi Gibran Rakabuming.
Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tuban menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah, khususnya Batik Tulis Tenun Gedog, kepada masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya menampilkan batik, Dekranasda Tuban juga membawa kain Tenun Gedog beserta beragam produk turunannya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tuban, Aulia Hany Mustikasari, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tuban untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut. Menurutnya, Kriyanusa 2026 menjadi pengalaman berharga karena merupakan kali pertama Dekranasda Tuban mengikuti pameran kerajinan di tingkat nasional.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga Kabupaten Tuban bisa ikut menjadi bagian dari pameran kriya ini. Ini menjadi pameran pertama Dekranasda Tuban di tingkat nasional,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Batik Tulis Tenun Gedog menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan. Dekranasda Tuban tidak hanya membawa kain batik, tetapi juga memperkenalkan kain Tenun Gedog serta berbagai produk kreatif turunannya.
Produk turunan tersebut antara lain dompet, pouch, tas, sepatu, gantungan kunci, dan berbagai produk kerajinan lainnya. Pengembangan produk turunan menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan kain Gedog sekaligus membuka peluang pasar bagi para perajin.
Mbak Hany menjelaskan keikutsertaan pada Kriyanusa juga menjadi kesempatan bagi Dekranasda dan para perajin Tuban untuk belajar dari pelaku kriya dari berbagai daerah. Pada pameran ini, Dekranasda Tuban turut berkolaborasi dengan IKM binaan PT EMCL dan PT SBI.
"Tujuannya sama-sama ingin belajar. Kesiapan dan pengalaman bisa kita dapatkan dari mana pun. Jadi, kesempatan seperti ini tidak hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk belajar dan meningkatkan kemampuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, interaksi dengan perajin dan pelaku usaha kriya dari berbagai daerah menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan Tuban. Pameran nasional juga memberikan ruang bagi perajin untuk bertukar pengetahuan mengenai pengembangan desain, produk, hingga pemasaran.
Melalui Kriyanusa, lanjut Aulia Hany, para perajin asal Kabupaten Tuban diharapkan tidak berhenti pada upaya mempromosikan produk daerah. Lebih dari itu, pengalaman yang diperoleh selama pameran dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapannya, kita tidak hanya promosi, tetapi juga meng-upgrade diri. Sehingga bisa naik level dan bersaing di tingkat nasional, bahkan skala global,” pungkasnya.
Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tuban dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi Batik Tulis Tenun Gedog sebagai identitas kriya daerah. Dengan inovasi produk, peningkatan kapasitas perajin, dan perluasan jejaring pemasaran, kain Gedog diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. (ags/yav)










