Dinkes P2KB Tuban Gandeng PT Pos Indonesia, Percepat Pengiriman Sampel Skrining Bayi Baru Lahir
- 29 April 2026 19:03
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 27
Tubankab - Setiap menit sangat berarti bagi bayi yang baru lahir, terutama untuk mendeteksi dini potensi penyakit bawaan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Tuban guna mempercepat pengiriman sampel skrining bayi, Rabu (29/4) di kantor dinas setempat.
Kerja sama ini difokuskan pada pengiriman sampel skrining hipotiroid kongenital (SHK), skrining hiperplasia adrenal kongenital (SHAK), dan G6PD dari puskesmas ke laboratorium rujukan.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat layanan deteksi dini penyakit bawaan pada bayi. Menurut dia, kecepatan pengiriman sampel sangat menentukan akurasi hasil pemeriksaan dan penanganan lanjutan.
“Dengan dukungan PT Pos Indonesia, distribusi sampel dari puskesmas ke Labkesda Tuban maupun ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bisa lebih cepat dan terpantau,” ujarnya.
Selain itu, dalam perjanjian kerja sama tersebut diatur standar layanan pengiriman atau service level agreement. Untuk wilayah Jawa, waktu pengiriman ditargetkan maksimal dua hari sejak sampel diterima, sedangkan untuk luar Jawa berkisar tiga hingga empat hari. Ketentuan ini penting untuk menjaga kualitas sampel agar tetap layak diperiksa di laboratorium.
Lebih lanjut, mekanisme pengiriman juga dilengkapi sistem pencatatan dan pelacakan kiriman secara digital. Hal ini memungkinkan petugas kesehatan memonitor posisi sampel secara real time serta memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Pengaturan ini juga mencakup jaminan keamanan kiriman hingga mekanisme ganti rugi jika terjadi keterlambatan atau kerusakan.
dr. Atiek menambahkan, skrining bayi baru lahir merupakan upaya preventif untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini, termasuk kelainan metabolik dan hormonal. Menurut dia, penanganan cepat akan berdampak pada tumbuh kembang anak di masa depan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan setiap bayi di Tuban mendapatkan layanan skrining yang cepat dan tepat,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kerja sama ini untuk memastikan efektivitas layanan tetap terjaga. Pemkab juga mendorong seluruh fasilitas kesehatan aktif memanfaatkan layanan tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (aris/yavid)










