Empat Kafilah Tuban Wakili Jawa Timur di MTQ Nasional XXXI Semarang
- 12 September 2026 02:45
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 17
Tubankab – Membawa nama Kabupaten Tuban sekaligus Jawa Timur di tingkat nasional menjadi kesempatan bagi empat kafilah asal Bumi Ronggolawe untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Keempatnya resmi diberangkatkan bersama 116 kafilah Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Keempat kafilah Tuban tersebut akan berkompetisi pada tiga cabang. Velanie An Nisa Maulida dan Ghaitsa Tsurayya Na’im mengikuti Cabang Syarhil Qur’an Golongan Regu Putri, Imam Nasikhin pada Cabang Khath Al-Qur’an Golongan Naskah Putra, serta Rofi’atul Muna pada Cabang Qira’at Al-Qur’an Golongan Qira’at Mujawwadah Dewasa Putri.
Saat melepas 116 kafilah Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada seluruh ofisial, pembina, pendamping, dan peserta yang telah mempersiapkan kontingen Jawa Timur. Ia berharap seluruh kafilah dapat mengikuti rangkaian MTQ dengan sehat, lancar, kompak, dan meraih hasil terbaik.
“Terima kasih kepada seluruh official yang membimbing, melatih dan mendampingi kafilah MTQ Jatim yang akan berangkat ke Semarang,” ujar Khofifah.
Selain itu, Khofifah mengapresiasi ikhtiar spiritual yang dilakukan para kafilah melalui khotmil Qur’an. Menurutnya, ikhtiar tersebut menjadi bagian dari doa dan penguatan spiritual sebelum para peserta berlaga di tingkat nasional.
“Terima kasih peserta kafilah Jatim juga dikawal dengan khotmil Quran. Mudah-mudahan sehat, lancar, sukses, kompak dan juara umum,” katanya.
Sebanyak 116 kafilah Jawa Timur terdiri atas 34 ofisial, 18 pembina, 56 peserta yang terdiri dari 28 putra dan 28 putri, serta delapan pendamping. Mereka akan mengikuti berbagai cabang dan golongan dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Jawa Timur menargetkan kembali meraih gelar juara umum. Sebelumnya, Jawa Timur berhasil menjadi juara umum pada MTQ Nasional XXIX di Banjarmasin serta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVII Tahun 2023 di Jambi.
Ketua Pelaksana Harian MTQ Jatim Abdul Hamid Abdullah mengatakan persiapan teknis dan nonteknis telah dilakukan secara matang. Dari 56 peserta, sebanyak 25 orang atau sekitar 45 persen memiliki pengalaman mengikuti ajang serupa.
Selain pembinaan teknis, para hafiz dan hafizah juga melakukan khotmil Qur’an selama 40 hari sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menuju MTQ Nasional XXXI.
“Insya Allah bisa meraih hasil terbaik, yakni juara umum. Membawa nama baik Jatim di kancah nasional bahkan internasional. Membumikan Al-Qur’an di bumi Majapahit,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan apresiasi kepada Fehima Nahaha Asy-Syarifah, peraih Prestasi Terbaik Kelima Cabang Hifdzil Qur’an 15 Juz Putri pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Apresiasi diberikan berupa piala dan uang pembinaan senilai Rp15 juta.
Usai acara pelepasan, Gubernur Khofifah memberangkatkan kontingen Jawa Timur dari halaman Gedung Negara Grahadi. Selanjutnya, seluruh kafilah, ofisial, pembina, dan pendamping menuju Kota Semarang untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Terpisah, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah asal Tuban yang dipercaya membawa nama Jawa Timur di tingkat nasional. Menurutnya, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama baik daerah melalui prestasi dan syiar Al-Qur’an.
“Selamat berjuang untuk seluruh kafilah Tuban. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan tetap percaya diri. Semoga ikhtiar, doa, dan proses pembinaan yang telah dilakukan dapat berbuah prestasi terbaik serta membawa nama harum Tuban dan Jawa Timur,” ungkapnya.
Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban, juga berpesan agar para kafilah tidak hanya berorientasi pada capaian juara, tetapi menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah memberikan penampilan terbaik dengan penuh keikhlasan dan menjaga akhlak selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus berprestasi dan menginspirasi generasi muda Tuban,” imbuhnya.
Dengan keikutsertaan empat kafilah tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda Bumi Ronggolawe yang termotivasi untuk mengembangkan potensi, khususnya dalam bidang seni baca, pemahaman, dan penghayatan terhadap Al-Qur’an. (kdg/yav)










