Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 Digelar di Tuban, Perkuat Komitmen Pelestarian Pesisir dan Ekonomi Hijau
- 29 July 2026 19:26
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 44
Tubankab – Kabupaten Tuban menjadi tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan di kawasan Pantai Panduri, Tuban, Rabu (29/7). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, jajaran Forkopimda, perwakilan kementerian terkait, pegiat lingkungan, pelajar, mahasiswa, komunitas, serta masyarakat.
Festival Mangrove Jawa Timur merupakan agenda tahunan yang menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, memperkuat rehabilitasi hutan mangrove, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Berbagai kegiatan digelar dalam festival ini, di antaranya penanaman tanaman mangrove asosiasi berupa cemara udang dan pandan laut yang cocok untuk pesisir Tuban, pelepasliaran burung, pengobatan gratis bagi masyarakat, edukasi pelestarian mangrove untuk pelajar dan masyarakat, pameran perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, fashion show batik pewarna mangrove, penampilan solo akustik Kaka Slank, hingga penyerahan penghargaan Gubernur Jawa Timur kepada para pihak yang berkontribusi dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Festival Mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan gerakan berkelanjutan dalam menjaga kawasan pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur dalam pengelolaan ekosistem mangrove telah mendapatkan berbagai apresiasi. Keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi penyerap karbon alami yang berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim.
"Mangrove adalah investasi lingkungan untuk masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mari kita niatkan menjaga mangrove sebagai ikhtiar menjaga bumi dan menyumbangkan oksigen bagi Ibu Pertiwi," ujar Gubernur Khofifah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memilih Kabupaten Tuban sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10.
Menurut Mas Bupati, kawasan pesisir Tuban sepanjang 65 kilometer memiliki potensi besar yang harus dijaga secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.
"Mangrove memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi dan gelombang, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, menjaga mangrove adalah tanggung jawab kita bersama," ungkap Mas Lindra.
Ia berharap Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 mampu meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
"Semoga melalui festival ini semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menanam, merawat, dan melestarikan mangrove. Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi masa depan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, turut ambil bagian dalam aksi penanaman mangrove bersama Gubernur Jawa Timur, Bupati Tuban, dan para peserta. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat pesan pelestarian lingkungan kepada masyarakat.
Kaka Slank juga menghibur peserta dengan membawakan sejumlah lagu hits Slank serta lagu bertema pelestarian alam. Di sela penampilannya, ia mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir sekaligus warisan bagi generasi mendatang.
"Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk masa depan bumi. Mari kita jaga bersama lingkungan dan pesisir kita," ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky juga menerima Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3/2092/KPTS/033.2/2026 atas dukungan dan komitmen sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tuban.
Penghargaan yang diserahkan dalam rangka Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menjaga, melindungi, dan mengembangkan ekosistem mangrove melalui berbagai program rehabilitasi kawasan pesisir, edukasi lingkungan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke-10, diharapkan semakin tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan ketahanan pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (kdg/yav)










