Foto : Wabup Tuban saat terima penghargaan dari MURI. (alfin)

Gerakan Literasi Digital Tuban Tuai Apresiasi Tinggi dari MURI

Tubankab - Pemerintah Kabupaten Tuban kembali mencatatkan prestasi tingkat nasional setelah menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk unggahan video literasi digital guru dan siswa dengan karya sastra terbanyak. Rekor yang diajukan sebanyak 20.000 karya tersebut meningkat tajam menjadi 85.000 karya berkat tingginya partisipasi peserta dari PAUD, SD, SMP hingga PKBM di seluruh Kabupaten Tuban.

Dalam acara peresmian di Aula dan Gedung Arsip Dinas Pendidikan Tuban, Representatif MURI Sri Widayati menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa prestasi ini menempatkan Kabupaten Tuban sebagai daerah dengan karya literasi digital terbanyak yang pernah tercatat MURI untuk kategori serupa. Rekor ini melampaui standar pencatatan sebelumnya, termasuk rekor nasional yang hanya mencatat belasan ribu karya.

Sri Widayati menegaskan bahwa kegiatan literasi digital yang melibatkan 1.871 lembaga pendidikan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menghadapi era transformasi digital. Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan guru dan siswa bukan sekadar konten kreatif, tetapi juga menunjukkan kemampuan literasi digital yang semakin berkembang, mulai dari tulisan, video, animasi, hingga berbagai bentuk ekspresi sastra.

“Awalnya diajukan sebanyak 20.000 karya, namun antusiasme peserta mulai PAUD, SD, SMP hingga PKBM dari 1.871 lembaga ini sangat luar biasa sehingga jumlah karya yang terhimpun mencapai 85.000,” beber Sri, Selasa (2/12).

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki generasi muda agar mampu menghasilkan konten positif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Karena itu, ia menyampaikan rasa bangga MURI dapat mengabadikan pencapaian Kabupaten Tuban dalam daftar rekor nasional.

Sebagai bentuk pengesahan, MURI menyerahkan dua piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban yang diterima langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E.

Terpisah, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Siswo Suwarko, M.Pd. menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait digitalisasi pendidikan. “Digitalisasi pendidikan sudah harus dikawal sejak dini. Itu sebabnya kami menginisiasi gerakan ini,” ujarnya.

Siswo—sapaannya—menyampaikan bahwa dinamika dan kreativitas guru serta siswa sebenarnya sudah tampak sejak awal. Melihat geliat tersebut, ia mulai menyusun gagasan untuk menghimpun karya digital dalam skala besar. Menurutnya, potensi itu perlu difasilitasi agar menjadi gerakan bersama di seluruh satuan pendidikan.

Diterangkannya, program yang kemudian diberi nama Pelita Hati – Pesona Literasi Harapan Ibu Pertiwi itu dinamakan demikian dengan harapan mampu membawa pesan yang ingin disampaikan melalui gerakan ini. Sementara istilah Pelita Hati dipilih sebagai simbol harapan agar karya tersebut dapat menjadi cahaya bagi Ibu Pertiwi. “Kami menambahkan kata Pesona karena kami berharap karya-karya ini bisa menginspirasi siapa pun yang melihatnya,” tuturnya. 

Lebih lanjut, ia berharap program ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, tema kegiatan dapat terus berkembang sesuai kebutuhan dunia pendidikan.

Dikatakan dia, gerakan ini juga dirancang untuk melibatkan banyak pihak. Tidak hanya jenjang SMP, tetapi juga PAUD, TK, SD, dan PKBM. Keterlibatan guru menjadi salah satu unsur penting. “Kami berusaha merangkul semua jenjang. Tidak hanya anak-anak yang berkarya, tetapi guru juga harus terlibat,” jelas Siswo.

Sebagai penggagas gerakan karya literasi yang menjadi dasar lahirnya rekor MURI ini, Siswo menegaskan bahwa Dinas Pendidikan ingin memastikan digitalisasi pendidikan berjalan nyata dan menyeluruh di Kabupaten Tuban. Serta menjadi bagian dari upaya membangun budaya digital yang kuat di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. (yavid/hei)

comments powered by Disqus