Gubernur Jawa Timur menyerahkan bantuan sosial kepada penerima manfaat di Kabupaten Tuban didampingi Bupati Tuban. (agus)

Gubernur Jatim Salurkan Bansos Lebih dari Rp8 Miliar untuk Masyarakat Tuban

Tubankab - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Tuban dengan total nilai mencapai lebih dari Rp8 miliar. Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sapa Bansos yang dihadiri Gubernur Jawa Timur bersama jajaran OPD Pemprov Jatim, Bupati dan Wakil Bupati Tuban, Forkopimda dan jajaran OPD Kabupaten Tuban, Kepala Bakorwil Bojonegoro, pilar sosial, kepala desa, serta para penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky  menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang terus memberikan dukungan kepada masyarakat Tuban melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Selamat datang di Tuban dan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur kepada masyarakat kami. Program-program dari Provinsi Jawa Timur di Tuban sangat melimpah dan sangat membantu masyarakat,” ujarnya, Kamis (5/3).

Bupati juga menegaskan bahwa sinergi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang dilaksanakan di 20 kecamatan sebagai upaya pengendalian inflasi serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tuban saat ini juga tengah melakukan validasi data penerima bantuan sosial pada kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Proses tersebut dilakukan dengan menerjunkan aparatur sipil negara ASN secara langsung ke lapangan selama dua minggu hingga satu bulan guna memastikan data penerima bantuan benar-benar akurat.

“ASN kami kerahkan untuk melakukan validasi data agar program sosial benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Bupati menambahkan bahwa berbagai program pemerintah pusat terkait stabilisasi harga dan penguatan cadangan kebutuhan pokok juga berjalan baik di Kabupaten Tuban. Ia berharap sinergi program antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat terus berjalan selaras.

Selain itu, Bupati juga menyebutkan bahwa program santunan kepada anak yatim yang digelar oleh BAZNAS dan Pemkab Tuban pada Kamis pagi merupakan agenda rutin daerah. Tahun ini kegiatan tersebut menjadi penyelenggaraan yang keenam secara berturut-turut dengan jumlah penerima santunan sebanyak 2.000 anak yatim.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa keberadaan pilar sosial di daerah memiliki peran strategis dalam menggerakkan energi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pilar sosial menjadi kekuatan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Tuban yang baru dapat segera terwujud sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.

“Semoga sekolah rakyat terpadu yang saat ini sudah ada dapat meningkatkan derajat keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” ujar Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga memberikan pesan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan yang diterima untuk memperkuat usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Semoga usaha para penerima manfaat semakin lancar, laris, rezekinya luas, dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Berdasarkan data rekapitulasi alokasi bantuan sosial tahun 2026, sebagian besar bantuan berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp7.145.500.000. Bantuan tersebut mencakup program PKH Plus yang diberikan kepada 2.004 keluarga dengan nilai Rp2 juta per keluarga per tahun atau total Rp4.008.000.000.

Selain itu, terdapat bantuan untuk penanganan kemiskinan ekstrem bagi 1.263 jiwa dengan total nilai Rp1.894.500.000.

Pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan sosial kepada 156 penyandang disabilitas melalui program ASPD dengan nilai Rp3,6 juta per orang per tahun atau total Rp561.600.000. Sementara itu, program KIP Putri Jawara diberikan kepada 80 penerima dengan total bantuan Rp240.000.000, dan program KIP PPKS Jawara disalurkan kepada 22 penerima dengan total Rp66.000.000.

Selain bantuan kepada masyarakat, dukungan juga diberikan kepada 188 pilar sosial yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan TKSK, serta Taruna Siaga Bencana TAGANA dalam bentuk bantuan operasional dan tali asih dengan total anggaran Rp375.400.000.

Tidak hanya itu, dukungan juga datang dari BUMD Provinsi Jawa Timur yang menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima manfaat dengan total bantuan Rp25.000.000 guna mendukung usaha kecil masyarakat.

Di sektor pemberdayaan desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebesar Rp348.450.000. Bantuan tersebut mencakup Program Desa Berdaya untuk satu desa senilai Rp100.000.000, Program Jatim Puspa untuk tiga desa sebesar Rp223.450.000, serta Bantuan Keuangan Kabupaten sebesar Rp25.000.000.

Selain itu, dukungan pembangunan desa juga diberikan melalui program sektor perumahan dan permukiman dengan nilai Rp840.000.000 yang dialokasikan bagi dua desa di Kabupaten Tuban.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. (dadang/yavid)

comments powered by Disqus