Ketua TP PKK Tuban mengikuti Gerakan Panganku B2SA untuk mengedukasi pola konsumsi pangan keluarga. (ist)

Gerakan Panganku B2SA Tuban 2026, Edukasi Pangan Beragam dan Bergizi hingga Tingkat Keluarga

Tubankab – Membiasakan keluarga mengonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Panganku B2SA Kabupaten Tuban Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Selasa (22/9).

Kegiatan ini diikuti 200 anggota PKK dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara DPRD Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menyampaikan Gerakan Panganku B2SA menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam menyebarluaskan edukasi pangan hingga tingkat keluarga.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mbak Hani yang juga Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Kabupaten Tuban menilai peran kader PKK sebagai penggerak masyarakat perlu terus dikembangkan. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga penganekaragaman konsumsi pangan memberikan manfaat bagi keluarga.

"Melalui Gerakan Panganku B2SA ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya keluarga, agar semakin memahami pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kolaborasi antara DPRD Jawa Timur, DPKP Jawa Timur, dan DKP2P Kabupaten Tuban diharapkan dapat memperkuat edukasi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal," ungkapnya.

Dengan melibatkan 200 anggota PKK dari 20 kecamatan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai penerapan prinsip B2SA di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan melalui peran kader PKK di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Plt. Kabid Ketahanan Pangan DKP2P Tuban, Subrihandoyo, menegaskan pemerintah daerah terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan yang sehat dan seimbang. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kualitas konsumsi masyarakat.

"Gerakan Panganku B2SA merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penyediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” jelasnya. 

Dalam penerapannya, DKP2P Kabupaten Tuban mendukung penganekaragaman pangan melalui edukasi dan penguatan peran masyarakat. Pemanfaatan potensi pangan lokal juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan sumber pangan yang beragam sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Subrihandoyo menambahkan Gerakan Panganku B2SA bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, anggota PKK diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan keluarga sekaligus membagikannya kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Tuban bersama mitra terkait akan terus mengembangkan sinergi dalam penguatan ketahanan pangan. Melalui Gerakan Panganku B2SA, edukasi diarahkan agar keluarga semakin bijak dalam memilih, mengolah, dan menyajikan bahan pangan. Pemanfaatan sumber pangan lokal juga dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan menu keluarga yang beragam sekaligus mengembangkan potensi pangan daerah.

Di tingkat provinsi, perwakilan DPKP Provinsi Jawa Timur, Purwinto Nugroho, menjelaskan Gerakan Panganku B2SA merupakan bagian dari upaya meningkatkan edukasi konsumsi pangan yang berkualitas sekaligus mengembangkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Menurutnya, penganekaragaman konsumsi pangan perlu disampaikan melalui edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan masyarakat.

Kader PKK, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pengetahuan mengenai pangan B2SA kepada keluarga dan masyarakat.

“Sehingga diharapkan gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam penyediaan menu pangan keluarga sehari-hari," tuturnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Purwinto mengapresiasi sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang lebih beragam dan seimbang. (ags/yav)

comments powered by Disqus