Mahasiswa Internasional Universitas Airlangga Pelajari Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Rengel
- 30 July 2026 20:25
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 36
Tubankab – Keberhasilan Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menarik perhatian peserta International Community Service Universitas Airlangga. Pada Kamis (30/7), mahasiswa internasional asal Pakistan, Sudan, Ghana, Ukraina, dan Malaysia bersama dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga melakukan kunjungan lapangan untuk mempelajari berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan di desa tersebut.
Kegiatan diawali dengan mengunjungi Unit Usaha Satgas Kebersihan Purba Rahayu milik BUMDes Mandiri Sejahtera. Di lokasi ini, rombongan memperoleh penjelasan mengenai sejarah berdirinya satgas, sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, hingga proses pemilahan sampah secara manual.
Selanjutnya, peserta diajak meninjau budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF), proses pembuatan pupuk kompos, serta Unit Ketahanan Pangan Purba Rahayu yang dikembangkan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tidak hanya melihat secara langsung, para mahasiswa juga mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dan dekomposer berbahan limbah organik.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Kampung Idaman Berseri untuk melihat pengelolaan bank sampah sekaligus menyaksikan kawasan permukiman yang bersih, hijau, dan tertata sebagai hasil kolaborasi serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Kepala Desa Rengel, Mundir, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Rengel sebagai lokasi pembelajaran bagi mahasiswa internasional. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai inovasi desa sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
"Kami merasa bangga Desa Rengel dapat menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari berbagai negara. Pengelolaan sampah yang kami lakukan dibangun melalui partisipasi masyarakat. Harapannya, praktik baik ini dapat menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat semangat bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujar Mundir.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah di Desa Rengel tidak lepas dari komitmen seluruh elemen masyarakat yang terus berinovasi mengolah limbah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Para peserta mengaku terkesan dengan pendekatan yang diterapkan Desa Rengel. Selain mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, pengelolaan sampah juga berhasil mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha yang dikembangkan.
Melalui kegiatan International Community Service ini, Desa Rengel diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu contoh praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Kunjungan tersebut juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan inovasi Kabupaten Tuban dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (kdg/yav)










