Petugas Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban bersama warga memasang papan larangan di area tambang tanah liat aktif untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya keselamatan. (ist)

Tinggal Dekat Area Tambang, Solusi Bangun Indonesia Bekali Warga dengan Pengetahuan Keselamatan

  • 23 October 2026 20:26
  • Yavid
  • Umum,
  • 26

Tubankab – Hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan membuat warga perlu memahami potensi bahaya di sekitarnya. Untuk itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui Pabrik Tuban menggelar sosialisasi keselamatan pertambangan bagi warga Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jumat (23/10).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Konservasi Desa Mliwang ini diikuti sekitar 100 orang, terdiri atas warga, Pemerintah Desa Mliwang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, manajemen Pabrik Tuban, serta mitra perusahaan. Melalui sosialisasi interaktif, peserta diajak mengenali risiko di area pertambangan dan memahami langkah-langkah untuk menghindari kecelakaan.

General Affairs & Community Relations Manager Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya di sekitar tambang serta cara mencegahnya. Edukasi tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi berbagai kejadian yang mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan industri.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami potensi bahaya di sekitarnya, meningkatkan kewaspadaan, dan mampu mengambil langkah pencegahan untuk menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain,” ujar M. Yunani Rizzal.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) Pabrik Tuban, Hendi Novianto, menegaskan bahwa keselamatan merupakan unsur mendasar dalam kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, menjadi salah satu landasan untuk memastikan aspek keselamatan diterapkan secara konsisten dalam operasional.

“Keselamatan bukan sekadar pemenuhan ketentuan administratif, melainkan kebutuhan mendasar dalam setiap kegiatan pertambangan. Karena itu, pemahaman dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan perlu dibangun tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar area tambang,” jelas Hendi.

Dalam sosialisasi tersebut, warga juga mendapat penjelasan mengenai sejumlah potensi bahaya, mulai dari aktivitas ekstraksi dan pengoperasian alat berat hingga risiko tenggelam di area tambang. Warga diingatkan agar tidak memasuki kawasan pertambangan tanpa izin karena dapat membahayakan keselamatan.

“Dengan memahami potensi bahaya dan mematuhi ketentuan yang berlaku, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan turut mendukung terciptanya lingkungan pertambangan yang aman,” kata Hendi.

Dari sisi masyarakat, Sekretaris Desa Mliwang, Eli Siswoyo, menilai edukasi keselamatan penting bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pertambangan. Pengetahuan mengenai potensi risiko dapat membantu warga lebih waspada dan memahami langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan diri maupun lingkungan.

“Warga kami hidup berdampingan langsung dengan area pertambangan. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami potensi risiko dan dapat beraktivitas dengan lebih aman,” ujarnya.

Selain memberikan pengetahuan kepada warga, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan masyarakat mengenai keselamatan di sekitar area tambang. Warga juga diharapkan aktif menyampaikan informasi atau melaporkan potensi bahaya melalui saluran komunikasi yang tersedia.

Melalui kegiatan ini, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban berharap masyarakat semakin memahami risiko di sekitar area pertambangan. Kerja sama antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional yang memperhatikan keselamatan manusia dan lingkungan serta memberi manfaat bagi pembangunan daerah. (chusnul/yav)

comments powered by Disqus