Tingkatkan Kompetensi Humas di Era AI, Diskominfo dan Sekwan se-Jatim Ikuti Bimtek Pengelolaan Media Digital ???????
- 30 July 2026 02:09
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 12
Tubankab - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menempatkan praktisi kehumasan pemerintah di tengah arus informasi antara berita faktual dan hoaks. Menjawab tantangan tersebut, Humas Diskominfo dan Sekretariat Dewan (Sekwan) kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Website dan Media Sosial di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).
Kolaborasi strategis yang digagas Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, bersama Suara.com dan Beritajatim.com ini menghadirkan pelatihan praktis guna memperkuat kapasitas kehumasan daerah.
Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), menuntut humas pemerintah untuk belajar lebih cepat dan adaptif dalam mengikuti tren komunikasi digital.
Sebelum membuka acara, ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 81,72 persen, sedangkan Jawa Timur mencatat angka yang lebih tinggi, yakni 84,31 persen. Hal ini menuntut humas pemerintah di daerah untuk terus meningkatkan literasi dan kecakapan digital agar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.
"Tingginya penetrasi internet membuat akselerasi kerja kita jauh lebih cepat. Namun, kecanggihan teknologi itu harus dibarengi dengan efektivitas komunikasi. Humas pemerintah tidak hanya bertugas menyampaikan pesan kebijakan eksekutif maupun legislatif, melainkan harus memastikan pesan tersebut benar-benar dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat," terang Sherlita.
Sherlita juga mengingatkan aparat kehumasan agar tetap cermat dan tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi kecerdasan buatan tanpa verifikasi.
"Jangan percaya seratus persen sama AI karena terkadang bisa keliru atau halu. Kita harus tetap punya sense untuk melihat dan memverifikasi," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Beritajatim.com, Saptini Darmaningrum, dalam laporannya menyebutkan bahwa konten publikasi dari pemerintah daerah seperti Diskominfo dan Sekretariat DPRD merupakan sumber informasi primer yang sangat bernilai bagi ekosistem media.
"Menurut algoritma Google saat ini, konten yang justru diambil dan di-crawling oleh AI adalah konten-konten yang benar-benar asli dari sumber utama. Jika konten dari daerah kualitasnya semakin baik, hal itu juga menjadi raw material yang sehat bagi media jurnalisme," ungkap Saptini.
Pelatihan ini menghadirkan tiga trainer berpengalaman dari Google AI Local Media Community Suara.com, yaitu Rendy Adrikni Sadikin, Chandra Iswinarno, dan Elga Maulina Putri. Materi yang dipelajari terbagi dalam dua sesi, meliputi Predictive Trend Forecasting, Generative Engine Optimization (GEO) dan teknik prompting, Dynamic Headline Testing, hingga strategi distribusi konten serta pengelolaan komunitas untuk meningkatkan engagement.
Kegiatan ditutup dengan closing remarks oleh Head of Local Media Community Suara.com, Asep Saefullah, yang menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara tiga arus utama informasi di Jawa Timur, yakni humas pemerintah daerah, sekretariat dewan, dan media lokal guna membangun ekosistem informasi publik yang sehat di era digital. (fufu/yav)










