Foto : Sobat Bumi Indonesia Regional Tuban saat gelar tanam pohon. (ist)

Wujudkan Bumi Asri dan Pangan Berdikari, Sobat Bumi Indonesia Regional Tuban Gelar Aksi Tanam Pohon

  • 29 August 2025 15:25
  • Yolency
  • Umum,
  • 37

Tubankab - Sebagai bentuk nyata kepedulian pada isu sosial dan lingkungan yang terjadi, Sobat Bumi Indonesia menggelar aksi pilihan tanam pohon, aksi tuntaskan sampah, dan aksi mandiri pangan.  Aksi yang dilakukan secara serentak mulai sejak 17 Agustus hingga 7 September 2025 mendatang ini juga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Latar belakang aksi ini antara lain karena Indonesia sedang menghadapi tantangan serius akibat resesi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang melambat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan baku impor yang memperberat biaya produksi, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Resesi ini dipicu oleh berbagai faktor global seperti konflik geopolitik, kenaikan suku bunga internasional, dan fenomena alam seperti El Nino yang mengganggu produksi pangan.

Fenomena alam membawa berbagai dampak seperti kegagalan panen akibat cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem, termasuk polusi dan deforestasi, menyebabkan ketahanan pangan Indonesia terganggu yang berkontribusi pada kelangkaan dan kurangnya ketersediaan pangan berlimpah di berbagai daerah. Sayangnya, banyak manusia yang tidak sadar akan pentingnya menjaga alam dan pangan.

Sebagai bentuk kepedulian, Sobat Bumi Indonesia Regional Tuban juga melakukan penanaman bibit pohon dan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) yang dilaksanakan di sekitar pantai Dermaga Tuban pada Minggu (24/08) lalu.

Penanaman pohon dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Sunan Bonang, Kepala Desa Purworejo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna Karya Abadi, dan Masyarakat Dusun Pereng. Turut serta juga peserta penerima beasiswa Sobat Bumi Indonesia PF 11 dan PF 12, sebagai bentuk komitmen akan kesadaran lingkungan yang terus menjadi tujuan oleh organisasi ini.

Guna membangun kesadaran pentingnya menjaga alam dan pangan, Sobat Bumi Indonesia Regional Tuban menanam 200 bibit tanaman, yakni 100 bibit pohon mangrove, 50 bibit trembesi, dan 50 bibit hortikultura. Dusun Pereng dipilih sebagai salah satu lokasi penanaman pohon, karena lokasi tersebut berdekatan dengan industri dan masyarakatnya yang sangat antusias gotong royong mendukung aksi tanam pohon serta aksi pangan berdikari.

Rektor Universitas Sunan Bonang Tuban, Dr. Sulistyani Eka Lestari, S.H., M.H., mendukung penuh kegiatan aksi ini.

“Pemilihan tempat kali ini sesuai dengan tema yang digelorakan oleh pihak Pertamina, yaitu mendukung asta cita Presiden RI khususnya bidang pangan dan energi,” ucapnya, Jumat (29/08).

Kepala Desa setempat dan Ketua Pokdarwis juga ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan ini. Mulai dari halaman parkir, penanaman trembesi dan juga hortikultura. Sedangkan, pohon mangrove ditanam sejajar menghiasi bibir pantai.

Kemudian, dilanjutkan dengan aksi budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban, Nurma Chosiyana, S.Pi, M.Ling., menyampaikan sosialisasi tentang cara pembuatan hingga perawatan instalasi tersebut.

“Lele jangan diberi makan selama 24 jam agar bisa beradaptasi. Berikan EM4 setengah tutup botol agar muncul plankton, selama 3 hari. Jangan lupa berikan pelindung ember dari sinar matahari agar tidak mengubah suhu air yang dapat membuat benalu pada air yang dapat menyebabkan ikan mati,” urainya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan. Harapannya, penanaman 200 bibit pohon ini dapat bertumbuh besar guna mencegah berbagai tantangan lingkungan, seperti penurunan kualitas udara, pencemaran sampah, dan kerusakan ekosistem.

Demikian pula budidaya ikan dalam ember bisa bermanfaat bagi masyarakat guna pencegahan stunting pada anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam aksi nyata demi merawat bumi, lingkungan, dan pangan dalam memenuhi Sustainable Development Goals (SDG’s) dan Target Net Zero Emission Tahun 2060. (yeni dh/hei)

comments powered by Disqus