ASN Diuji Lewat SJT, Pemkab Tuban Siapkan Birokrasi yang Lebih Solutif dan Berbasis Talenta
- 24 June 2026 22:34
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 28
Tubankab – Kemampuan aparatur dalam mengambil keputusan saat menghadapi persoalan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan publik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar Monitoring Assessment Center menggunakan metode Situational Judgement Test (SJT) bagi 662 aparatur sipil negara (ASN) di Gedung Assessment and Development Centre BKPSDM Tuban, Rabu (24/6). Asesmen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan manajemen talenta sekaligus membangun birokrasi yang semakin profesional.
Saat meninjau pelaksanaan asesmen, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas administratif untuk memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Menurutnya, asesmen dirancang untuk mengukur kemampuan aparatur dalam menganalisis persoalan, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan sesuai tugas pokok dan fungsinya.
"Tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita sangat beragam. Melalui asesmen ini, para aparatur dilatih dan diuji untuk mampu menganalisis situasi, mengambil keputusan, serta memprioritaskan penyelesaian masalah di masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing," tegasnya.
Selain kompetensi, Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia meminta seluruh ASN menjaga integritas, lisan, perilaku, dan budaya kerja, baik di lingkungan kedinasan maupun saat berada di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Joko Sarwono juga mengapresiasi keberadaan Gedung Assessment Center yang baru. Ia meminta fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pengembangan kompetensi ASN sekaligus mendukung penerapan sistem merit di lingkungan Pemkab Tuban.
"Saya sangat bangga kita memiliki Gedung Assessment Center yang baru ini. Saya minta kepada Kepala BKPSDM beserta jajaran untuk betul-betul memanfaatkan fasilitas ini guna pengembangan pegawai. Melalui fasilitas inilah proses sistem meritokrasi dijalankan dengan tepat, sehingga ke depan kita terus menghasilkan ASN yang berkualitas, profesional, dan berintegritas tinggi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tuban, Fien Roekmini Koeswanangsih, menjelaskan bahwa metode SJT berbasis digital dipilih karena mampu memetakan kapabilitas, wawasan, dan pemahaman ASN terhadap tugas pokok dan fungsinya secara objektif.
Menurut Fien, asesmen tersebut diikuti 662 pejabat pelaksana di lingkungan Pemkab Tuban. Pelaksanaannya berlangsung selama lima minggu, setiap hari Rabu dan Kamis, dengan dua sesi setiap hari. Masing-masing sesi diikuti oleh 46 peserta.
"Proses ini kami selenggarakan secara terstruktur selama lima minggu, yang berlangsung setiap hari Rabu dan Kamis. Untuk menjaga fokus dan objektivitas penilaian, setiap harinya kami bagi menjadi dua sesi, di mana masing-masing sesi diikuti oleh 46 peserta," jelas Fien.
Lebih lanjut, Fien mengatakan bahwa hasil asesmen akan menjadi dasar penerapan Manajemen Talenta sesuai amanat pemerintah pusat. Melalui pemetaan tersebut, BKPSDM dapat mengidentifikasi potensi, kompetensi, serta kebutuhan pengembangan setiap ASN secara lebih terukur.
"Dari asesmen ini, kami di BKPSDM memiliki potret data yang jelas mengenai potensi dan kompetensi masing-masing individu. Sistem ini memudahkan kami melihat apakah seorang pegawai membutuhkan bimbingan perbaikan kinerja, ataukah kapasitasnya sudah memadai untuk dipromosikan," urainya. (fufu/yav)










