Semua Usaha Akan Didata, Pedagang Keliling hingga Toko Rumahan Masuk Sensus Ekonomi 2026
- 12 June 2026 15:48
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 57
Tubankab - Pedagang keliling, usaha rumahan, toko daring, hingga perusahaan besar akan menjadi bagian pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tuban. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban memastikan sensus kali ini dilakukan lebih lengkap dibanding pelaksanaan sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Tuban, Wicaksono, menjelaskan bahwa SE2026 menjadi sensus ekonomi kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada 1986. Berbeda dengan periode sebelumnya, pendataan tahun ini mencakup seluruh lapangan usaha, termasuk sektor pertanian, sekaligus menyasar keluarga atau rumah tangga.
“Sensus Ekonomi 2026 ini adalah sensus ekonomi paket lengkap. Semua lapangan usaha akan didata, termasuk pertanian. Tidak hanya kegiatan ekonominya, tetapi juga keluarga atau rumah tangga,” ujar Wicaksono saat Pencanangan Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Krido Manunggal, Jumat (12/6).
Menurutnya, sensus kali ini menjadi penting karena kondisi perekonomian saat ini jauh berbeda dibanding sepuluh tahun lalu. Perubahan pola konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi digital, hingga munculnya jenis pekerjaan baru membuat pemerintah membutuhkan data terbaru yang lebih akurat.
Saat ini, masyarakat mulai beralih ke pola belanja digital. Aktivitas ekonomi juga berkembang ke platform daring, mulai toko online tanpa toko fisik, layanan digital, hingga profesi berbasis aplikasi seperti ojek online, kurir, dan freelancer. Di saat yang sama, sektor jasa juga menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap perekonomian. “Perubahan ini harus tercatat dan terukur secara akurat dan komprehensif sebagai dasar kebijakan, baik di tingkat nasional, regional, maupun daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wicaksono menegaskan bahwa seluruh bentuk usaha akan masuk cakupan pendataan, baik usaha besar, menengah, kecil, maupun mikro. Pendataan juga menyasar usaha menetap maupun tidak menetap, termasuk pedagang keliling yang selama ini sering luput dari perhatian.
“Kalau ada kegiatan usaha, semua akan didata. Baik yang berada di bangunan usaha maupun di dalam rumah tangga. Usaha besar, menengah, kecil, mikro, sampai pedagang keliling juga akan masuk pendataan,” tegasnya.
BPS juga akan menghimpun data sosial ekonomi keluarga. Informasi yang dikumpulkan meliputi kondisi perumahan, kepemilikan aset, hingga keterangan anggota keluarga. Sementara pada sektor usaha, petugas akan mencatat identitas usaha, jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, pendapatan, pengeluaran, aset, hingga keterlibatan usaha dalam program tertentu seperti koperasi desa atau kelurahan.
Dikatakan dia, Sensus Ekonomi 2026 juga disebut sebagai “SE Paket Komplet” karena mencakup seluruh lapangan usaha dan dilakukan secara menyeluruh kepada pelaku usaha maupun keluarga. Artinya, bukan hanya perusahaan besar atau usaha formal yang didata, tetapi juga usaha rumahan dan aktivitas ekonomi skala kecil.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai pemetaan struktur dan karakteristik ekonomi terbaru, pembaruan basis data usaha, pemutakhiran data ekonomi keluarga, hingga penyusunan program pemerintah agar lebih tepat sasaran. “Data hasil sensus ini nantinya bisa digunakan untuk evaluasi dan perencanaan pembangunan ekonomi,” imbuhnya.
Pendataan lapangan SE2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 secara door to door. Petugas akan mendatangi rumah warga maupun lokasi usaha untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat.
“Kami berharap jangan sampai ada kegiatan ekonomi yang terlepas. Karena kegiatan ekonomi ini adalah potensi ekonomi Kabupaten Tuban,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, sebanyak 1.334 petugas telah disiapkan di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. Mereka terdiri atas 1.177 Petugas Pendataan Lapangan Sensus (PPL) dan 157 Petugas Pemeriksa Lapangan Sensus (PML) yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan intensif.
Petugas juga dibekali surat tugas, name tag, dan rompi resmi sebagai identitas saat bertugas di lapangan agar masyarakat dapat mengenali petugas sensus dengan mudah.
Karena itu, pihaknya turut mengajak masyarakat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya agar hasil pendataan mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara lebih utuh. (yav)










