Ndhuk Tuban 2026 Alexsandria Zelviera merayakan keberhasilan bersama keluarga usai malam Grand Final. (ist)

Bukan Sekadar Mahkota, Ndhuk Tuban 2026 Alexsandria Zelviera Siap Mengabdi Lewat Aksi Nyata dan Gerakan SEMESTA PEDUL1

  • 26 July 2026 21:51
  • Yavid
  • Umum,
  • 16

Tubankab – Mahkota dan selempang yang kini disandang Alexsandria Zelviera sebagai Ndhuk Tuban 2026 bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Bagi pelajar kelas XII SMAN 2 Tuban asal Kelurahan Ronggomulyo tersebut, kemenangan dalam Grand Final Pemilihan Cung dan Ndhuk Tuban 2026 justru menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi dan membawa nama baik Kabupaten Tuban melalui berbagai aksi nyata.

Kepada reporter Tubankab, Minggu (26/7), Alexsandria mengaku masih mengingat jelas momen ketika namanya diumumkan sebagai Ndhuk Tuban 2026. Perasaan haru, syukur, dan bangga bercampur menjadi satu setelah melewati proses seleksi yang panjang dan penuh tantangan.

"Jujur, yang pertama kali saya rasakan adalah kaget dan sangat bersyukur karena rasanya semua proses, perjuangan, dan doa akhirnya terbayarkan. Saya sempat tidak percaya, tetapi di saat yang sama saya sadar bahwa ini adalah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar," ungkapnya.

Bagi Alexsandria, perjalanan menuju gelar tersebut bukan semata tentang kompetisi. Masa karantina justru menjadi salah satu pengalaman paling berharga karena memberinya ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, serta bertumbuh bersama para finalis lainnya.

"Di sana saya belajar banyak hal, bertemu teman-teman Cung dan Ndhuk yang luar biasa, saling mendukung, dan sama-sama bertumbuh. Jadi bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses belajar bersama," katanya.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa Cung dan Ndhuk memiliki peran strategis sebagai duta wisata dalam memperkenalkan daerah sekaligus menjadi penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Baginya, gelar tersebut merupakan amanah, bukan sekadar prestasi.

"Gelar ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi kesempatan untuk membawa nama baik Tuban dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menjadi duta wisata bukan hanya tentang menjadi representasi daerah yang baik, tetapi bagaimana setelah mengemban gelar Cung dan Ndhuk, kami mampu memberikan dampak positif yang benar-benar diimplementasikan," ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa malam kemenangan bukanlah garis akhir. Setelah mahkota dikenakan, tantangan sesungguhnya justru dimulai.

"Saya sangat setuju bahwa gelar ini bukan garis akhir perjalanan, tetapi titik awal untuk bekerja dan mengabdi kepada Kabupaten Tuban. Setelah malam kemenangan kemarin, yang akan dilihat bukan lagi mahkota atau selempangnya, tetapi apa yang bisa kami lakukan selama menjabat," tuturnya.

Komitmen tersebut telah ia wujudkan melalui program advokasi SEMESTA PEDUL1 yang dijalankannya sejak 2024. Melalui program itu, Alexsa, sapaan akrabnya, berupaya mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan melalui aksi nyata di berbagai bidang.

"Saya berkomitmen menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan. Melalui SEMESTA PEDUL1, saya ingin bergerak tidak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga lingkungan, pemberdayaan UMKM, kesehatan masyarakat, kuliner, hingga pelestarian tradisi dan budaya," jelasnya.

Kepeduliannya terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial bersama kader PKK Kelurahan Ronggomulyo, seperti kegiatan posyandu, edukasi kesehatan, hingga pembagian tablet tambah darah secara gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Di bidang pariwisata, putri pasangan Suroso dan Sandra Eka Marliana ini ingin memperluas citra Kabupaten Tuban agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi. Menurutnya, Tuban memiliki kekayaan wisata alam, budaya, ekonomi kreatif, serta produk UMKM yang memiliki daya saing dan layak dikenal lebih luas.

"Memang setiap tahunnya kunjungan wisata religi di Tuban bisa mencapai sekitar enam juta wisatawan. Namun potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif kita juga tidak kalah menarik dan masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Harapannya, semakin banyak orang datang ke Tuban bukan hanya untuk wisata religi, tetapi juga menikmati keindahan alam, kekayaan budaya, dan produk lokal yang kita miliki," katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Alexsa memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang dekat dengan generasi muda. Melalui tagar #VoilA (Vierra Voice of Inspiration, Education, and Real Action), ia menghadirkan berbagai konten kreatif yang memadukan inspirasi, edukasi, dan aksi nyata dalam memperkenalkan potensi Kabupaten Tuban.

"Anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial. Karena itu promosi yang dikemas secara kreatif dan relevan akan lebih mudah menjangkau mereka. Ke depan saya ingin terus mengembangkan SEMESTA PEDUL1 sebagai wadah memperkenalkan potensi Tuban melalui konten digital, kegiatan edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar promosi wisata semakin dekat dengan masyarakat," ujarnya.

Di balik keberhasilannya, Alexsa tidak melupakan sosok-sosok yang memberikan dukungan sepanjang perjalanannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga, teman-teman, As Modeling, serta seluruh pihak yang selalu memberikan semangat. Secara khusus, ia mengenang almarhum Kak Exgaz yang dinilainya banyak memberikan bimbingan dan kepercayaan selama proses pengembangan dirinya.

"Saya sangat bersyukur pernah dipertemukan dengan beliau. Semoga segala ilmu, doa, dan kebaikan yang beliau berikan bisa terus saya bawa dalam setiap langkah saya ke depan," ungkapnya.

Sebelum terpilih sebagai Ndhuk Tuban 2026, Alexsa telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya Puteri Kebaya Remaja Jawa Timur 2023, Puteri Kebaya Remaja Indonesia 2024, dan Putri SMAN 2 Tuban 2025. Selanjutnya, ia akan mewakili Kabupaten Tuban pada ajang Raka Raki Jawa Timur dengan harapan mampu mengharumkan nama daerah sekaligus memperluas dampak program advokasi yang dijalankannya. Ia juga bercita-cita melanjutkan kiprahnya pada ajang Puteri Indonesia Jawa Timur apabila mendapat kesempatan.

Meski aktif dalam berbagai kegiatan, Alexsandria tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia bercita-cita menjadi dokter dan berharap pengalaman sebagai Ndhuk Tuban menjadi bekal untuk terus mengabdi kepada masyarakat, baik melalui profesinya kelak maupun kegiatan sosial yang terus dikembangkan.

Baginya, keberanian untuk mencoba menjadi salah satu kunci meraih mimpi. Prinsip hidup yang selalu dipegangnya adalah "Don't Be Afraid To Fail, Be Afraid If You Never Try." Melalui prinsip tersebut, Alexsa mengajak generasi muda Tuban untuk tidak takut melangkah, terus belajar, dan berani memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Dengan semangat itu, ia siap mengemban amanah sebagai Ndhuk Tuban 2026 sekaligus membawa potensi Kabupaten Tuban semakin dikenal di tingkat provinsi hingga nasional. (kdg/yav)

comments powered by Disqus