Cegah Pelajar Terpapar Vape dan Rokok, Dinkes P2KB Tuban Gelar Kampanye di Tambakboyo
- 18 May 2026 15:54
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 22
Tubankab - Upaya membentengi pelajar dari pengaruh rokok dan vape terus diperkuat di Kabupaten Tuban. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Pemkab Tuban menggelar Kampanye Tidak Merokok di SMA Negeri 1 Tambakboyo, Senin (18/5), sekaligus mendeklarasikan lingkungan sekolah bebas asap rokok dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026.
Kampanye mengusung tema “Membongkar Daya Tarik. Membongkar Kecanduan Nikotin dan Tembakau”. Kegiatan tersebut menyasar 117 peserta, terdiri atas 100 siswa sebagai sasaran utama, serta guru, tenaga pendidik, orang tua, dan organisasi profesi sebagai sasaran pendukung.
Selain itu, Dinkes P2KB Tuban menggandeng UOBF Puskesmas Tambakboyo untuk memperkuat edukasi bahaya rokok dan vape pada remaja. Langkah tersebut diambil menyusul tingginya angka perokok aktif di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2025, prevalensi perokok aktif usia 15 tahun ke atas mencapai 28,68 persen.
Kepala SMAN 1 Tambakboyo, Evi Aviyah, menyambut baik pelaksanaan kampanye tersebut. Menurut dia, edukasi bahaya rokok dan vape penting diberikan sejak dini karena lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat peserta didik.
“Kami mendukung upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok. Edukasi seperti ini penting agar siswa memahami risiko merokok bagi kesehatan dan masa depan mereka,” ujarnya.
JF Adminkes Ahli Muda Dinkes P2KB Tuban, Ike Mairina, menjelaskan bahwa kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini terhadap perilaku merokok di kalangan pelajar. Menurut dia, remaja menjadi kelompok rentan terhadap pengaruh promosi produk tembakau dan nikotin.
“Kami ingin siswa memiliki keberanian menolak ajakan merokok, termasuk memahami dampaknya bagi kesehatan diri maupun lingkungan,” ujar Ike.
Selain itu, peserta juga mendapat materi interaktif tentang bahaya rokok dan pentingnya membangun kesadaran untuk tidak merokok serta menularkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekitar. Materi tersebut disampaikan oleh Siti Azmilatin, S.Keb., dari Dinkes P2KB Kabupaten Tuban. Dalam paparannya, ia mengajak siswa memahami dampak rokok terhadap kesehatan sekaligus memperkuat keberanian menolak ajakan merokok di lingkungan pergaulan.
Tak hanya itu, para siswa juga mendapatkan materi edukasi mengenai bahaya rokok aktif dan pasif, pembagian media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), serta pengenalan program SAHABAT UBM oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas Tambakboyo. Program tersebut terintegrasi dengan guru bimbingan konseling sebagai penguatan layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak hanya edukasi, Dinkes P2KB bersama Puskesmas dan pihak sekolah juga melakukan advokasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pemasangan banner larangan merokok dilakukan secara simbolis sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah sehat.
Ike menegaskan, langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran siswa agar menjauhi rokok dan vape. “Sekolah harus menjadi ruang aman dan sehat bagi tumbuh kembang generasi muda,” ujarnya. (aris/yavid)










