Jelang Armuzna, Jemaah Haji Tuban Kloter SUB 28 Ikuti Edukasi dan Penguatan Kondisi Fisik
- 19 May 2026 07:28
- Yavid
- Umum,
- 19
Tubankab - Menjelang puncak ibadah haji di Armuzna, jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Kloter SUB 28 mengikuti rapat koordinasi dan edukasi lintas sektoral di Makkah. Berdasarkan laporan yang diterima pukul 17.30 WIB atau 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS), kegiatan difokuskan pada penguatan kesiapan fisik dan pemahaman teknis ibadah bagi seluruh jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan disabilitas.
Terkait hal tersebut, Ketua Kloter SUB 28, Dr. Misbahul Munir, M.Pd.I, menyampaikan kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Darul Azhar 403 dan Hotel Faris Ajyad 404 dengan melibatkan seluruh jemaah kloter. Edukasi menghadirkan tim sektor, petugas Daerah Kerja (Daker), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hingga layanan pendamping jemaah untuk memberikan pembekalan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Seluruh jemaah mendapatkan arahan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum Armuzna agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan baik dan lancar,” ujar Misbahul Munir dalam laporannya dari Makkah.
Menurutnya, pengarahan difokuskan pada pemahaman teknis pelaksanaan ibadah, instruksi keselamatan, hingga langkah antisipasi yang harus diperhatikan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna. Seluruh jemaah dikumpulkan di ruang pertemuan dan musala hotel untuk mengikuti edukasi secara menyeluruh.
Petugas mengingatkan jemaah untuk mulai menjaga kondisi fisik dan mengurangi aktivitas yang berlebihan menjelang fase puncak haji. Imbauan tersebut dinilai penting karena rangkaian ibadah di Armuzna membutuhkan stamina yang prima dan kesiapan fisik yang baik.
Selain pembekalan umum, petugas layanan lansia dan disabilitas (LanDis) turut melakukan kunjungan ke Kloter SUB 28. Dalam kesempatan tersebut, petugas meminta seluruh petugas kloter aktif mengingatkan jemaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, agar membatasi aktivitas fisik yang tidak terlalu mendesak.
Jemaah diimbau mengurangi intensitas ibadah tambahan ke Masjidil Haram maupun aktivitas di luar hotel yang berpotensi menyebabkan kelelahan. Langkah ini dilakukan agar kondisi tubuh tetap terjaga saat menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga rangkaian lontar jumrah dan mabit di Mina.
Misbahul Munir memastikan secara umum kondisi kesehatan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas di Kloter SUB 28 dalam keadaan baik dan stabil. Dengan kondisi tersebut, pihak kloter optimistis seluruh jemaah dapat mengikuti puncak pelaksanaan ibadah haji dengan aman dan lancar.
“Kesehatan lansia dan disabilitas di Kloter SUB 28 sejauh ini terjaga baik dan dalam kondisi stabil,” pungkasnya. (yavid)










