Mohammad Lathiful Wahab, delegasi Program Da’i 3T Nasional 2026 asal Kabupaten Tuban, yang ditugaskan di Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, dalam program penguatan dakwah wilayah 3T Kementerian Agama RI. (ist)

Putra Asli Tuban Wakili Jatim dalam Program Dai 3T Nasional 2026

  • 26 February 2026 16:07
  • Yavid
  • Umum,
  • 29

Tubankab – Putra asli Kabupaten Tuban, Mohammad Lathiful Wahab, terpilih sebagai delegasi Program Dai 3T dan Wilayah Perbatasan yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Program nasional ini dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026 sebagai bagian dari penguatan dakwah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Mohammad Lathiful Wahab, yang akrab disapa Lathif, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dai Muda Indonesia Provinsi Jawa Timur. Ia mendapat penugasan di Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, yang berada di kawasan perbatasan Gresik dan Mojokerto. Penugasan tersebut menjadi amanah strategis dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat setempat.

Selain itu, Lathif merupakan satu dari enam dai terpilih yang seluruhnya merupakan lulusan Program Pembibitan Calon Dai Muda Kementerian Agama RI Tahun 2025. Program ini dirancang untuk mencetak dai muda yang moderat, adaptif, serta memiliki kapasitas keilmuan dan sosial yang mumpuni.

Sebelum bertugas, para delegasi mengikuti kegiatan pelepasan yang dilaksanakan Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jatim di Ruang Penais dan Zawa, Rabu 18 Februari. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Penais Zawa Moh. Arwani, Ketua Tim Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Islam Kalista Estifada, Koordinator Dai 3T Nasional 2026 M. Samsul Rizal Fauzi, Pengasuh Ponpes Bismar Al Mustaqim Moh. Mukhrojin, serta para delegasi Dai 3T Nasional 2026.

Dalam kesempatan itu, Moh. Arwani menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat layanan keagamaan di wilayah 3T. Menurutnya, program ini menjadi instrumen strategis Kementerian Agama untuk menghadirkan pendidikan dan pembinaan keagamaan secara lebih merata.

“Jaga nama baik institusi, junjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, dan beradaptasilah dengan kondisi sosial serta budaya masyarakat setempat,” pesannya kepada para delegasi.

Sementara itu, Lathif kepada reporter Tubankab, Kamis (26/2), menyampaikan harapannya agar program ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian. Ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang moderat dan solutif.

“Kami berharap dapat belajar menjadi dai yang moderat serta membantu masyarakat setempat. Di sisi lain, kami juga berharap masyarakat dapat menyerap dan mengembangkan ilmu yang kami sampaikan, baik keagamaan maupun non-keagamaan,” ujarnya.

Dengan demikian, Program Dai 3T Nasional Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat peran strategis para dai dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah 3T dan perbatasan. (dadang/yavid)

comments powered by Disqus