Pemkab Tuban Gelar GPM Serentak di Seluruh Kecamatan, Sediakan 16 Ton Beras SPHP
- 14 August 2026 15:04
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 33
Tubankab – Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh kantor kecamatan se-Kabupaten Tuban. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, mengatakan GPM tidak sekadar menjadi kegiatan penyediaan pangan dengan harga murah. Lebih dari itu, GPM merupakan salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan pangan sekaligus stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat.
“GPM ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Momentum Hari Kemerdekaan juga kita manfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong,” ungkapnya, Jumat (14/8).
Menurut Eko, pelaksanaan GPM menjadi semakin penting karena menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Dengan demikian, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta mendukung pengendalian inflasi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, Pemkab Tuban menyediakan beras SPHP sebanyak 16.000 kilogram atau 16 ton, minyak goreng sebanyak 1.920 liter, serta gula pasir sebanyak 1.000 kilogram. Pemilihan ketiga komoditas tersebut mempertimbangkan tingginya kebutuhan masyarakat serta perannya dalam pengeluaran rumah tangga.
“Beras, gula, dan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang hampir selalu dibeli masyarakat. Karena itu, intervensi terhadap tiga komoditas ini diharapkan memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat,” terangnya.
Selain menjadi kebutuhan pokok, ketiga komoditas tersebut juga termasuk pangan strategis yang menjadi perhatian dalam upaya pengendalian harga. Karena itu, fokus pada komoditas strategis dinilai lebih efektif dalam pelaksanaan GPM sehingga manfaat intervensi dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Pemilihan komoditas juga disesuaikan dengan ketersediaan stok, harga pengadaan, kemampuan distribusi, serta volume pangan yang dapat disediakan. Dengan pertimbangan tersebut, pangan yang disalurkan melalui GPM dapat diberikan dengan harga yang lebih terjangkau.
Mantan Camat Semanding ini menambahkan, pemilihan tiga komoditas tersebut bukan berarti pangan lainnya tidak penting. Namun, beras, gula, dan minyak goreng diprioritaskan karena memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi dan menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.
“GPM ini bukan sekadar menjual pangan murah. Ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan pangan, daya beli masyarakat, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan GPM di seluruh kecamatan, Pemkab Tuban berharap masyarakat semakin mudah memperoleh pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelayanan pemerintah kepada masyarakat dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan.
Pemkab Tuban berkomitmen untuk terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan, stabilitas pasokan dan harga, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. (ags/yav)










