Perkuat Posyandu Siklus Hidup, Pemkab Tuban Gelar Bimtek Tim Pembina Posyandu
- 17 June 2026 14:27
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 45
Tubankab – Transformasi layanan kesehatan primer di Kabupaten Tuban terus menunjukkan progres positif. Hingga tahun 2025, capaian Posyandu aktif telah mencapai 95,77 persen. Untuk memperkuat kualitas layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan, Rabu (17/6).
Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H. Turut hadir jajaran lintas sektor, antara lain Bapperida, Dinsos P3A dan PMD, Tim Pembina Posyandu Kabupaten dan Kecamatan, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Tuban.
Dalam sambutannya, drg. Roikan menyampaikan bahwa transformasi pelayanan kesehatan primer merupakan pilar penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, komprehensif, dan merata bagi seluruh masyarakat.
"Berdasarkan amanah UU Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024, struktur pelayanan primer kini diperkuat melalui integrasi Puskesmas, Pustu di tingkat desa/kelurahan, hingga UKBM seperti Posyandu. Di era transformasi ini, Posyandu tidak lagi hanya untuk bayi dan balita, melainkan melayani seluruh siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil, menyusui, anak pra-sekolah, remaja, usia dewasa, hingga lansia," ujar drg. Roikan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan Posyandu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat. Berdasarkan data tahun 2025, capaian Posyandu aktif di Kabupaten Tuban telah mencapai 95,77 persen.
Selain itu, implementasi Posyandu siklus hidup juga terus berkembang. Hingga tahun 2025, sebanyak 1.219 Posyandu atau 85,97 persen dari total 1.418 Posyandu di Kabupaten Tuban telah menerapkan pelayanan siklus hidup yang menjangkau seluruh kelompok usia.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Tuban, Ayuk Krisnawati Joko Sarwono, yang hadir sebagai salah satu pemateri utama, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Posyandu.
"Kita menemui berbagai hambatan di lapangan, mulai dari sarana prasarana hingga kapasitas kemampuan kader dalam menguasai 25 kompetensi dasar. Penyelesaian masalah ini tidak bisa instan dan membutuhkan dukungan penuh serta kerja keras dari lintas sektor," tegas Ayuk Krisnawati.
Untuk mendukung penguatan Posyandu, lanjutnya, diperlukan dukungan anggaran yang memadai dan berkelanjutan. Pendanaan tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, baik pemerintah, swadaya masyarakat, dana desa dan kelurahan, maupun kontribusi dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional Posyandu, seperti pemberian makanan tambahan (PMT), insentif kader, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas kader melalui berbagai pelatihan.
Melalui pertemuan advokasi dan koordinasi ini, Pemkab Tuban berharap sinergi antara Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten dan kecamatan semakin kuat sehingga mampu mempercepat terwujudnya Posyandu yang aktif, berkualitas, dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat pada seluruh siklus kehidupan. (aris/yav)










