Pesta Kemerdekaan Tuban Dibatalkan, Bentuk Solidaritas untuk Korban Gempa NTT
- 16 August 2026 08:23
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 358
Tubankab – Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten Tuban memilih menahan euforia. Pesta Kemerdekaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dibatalkan sebagai bentuk simpati dan solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi bencana gempa bumi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Tuban, menyampaikan keputusan tersebut pada Minggu (16/8). Menurutnya, pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama arahan dan petunjuk Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
“Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan masukan dari berbagai pihak, terutama arahan dan petunjuk Mas Bupati, kami memutuskan untuk membatalkan Pesta Kemerdekaan sebagai bentuk simpati dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” ujar Budi Wiyana.
Keputusan tersebut, lanjut Budi, tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sebaliknya, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama yang sedang menghadapi musibah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Tuban untuk bersama-sama mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana. Selain berharap keselamatan dan kekuatan bagi warga terdampak, ia juga mendoakan proses penanganan serta pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.
“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan. Semoga proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar. Duka saudara kita adalah duka kita bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, meski Pesta Kemerdekaan dibatalkan, Upacara Pengibaran Bendera dan Upacara Penurunan Bendera tetap dilaksanakan di Alun-Alun Tuban sesuai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelaksanaan upacara tersebut tetap dipandang penting sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan, upacara juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sisi lain, Pemkab Tuban menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan Pesta Kemerdekaan. Meski demikian, keputusan tersebut diharapkan dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas pembatalan Pesta Kemerdekaan. Semoga keputusan ini dapat dipahami sebagai bentuk empati dan solidaritas kita bersama. Saat saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi musibah, mari kita tunjukkan bahwa kita hadir dan peduli,” pungkasnya. (kdg/yav)










