Refleksi Implementasi KBC, Kemenag Tuban dan INOVASI Siap Masuki Tahap IN-3
- 21 May 2026 19:01
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 66
Tubankab - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban bersama Program INOVASI Jawa Timur memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui kegiatan Refleksi IN-2 dan Implementasi IN-3 bagi 10 Madrasah Ibtidaiyah (MI) pilot di Kabupaten Tuban. Kegiatan yang diikuti 39 peserta tersebut digelar di Ruang Pertemuan IAINU Tuban, Kamis (21/5).
Kegiatan ini menjadi kelanjutan implementasi KBC yang telah berlangsung sejak Januari hingga April 2026. Tahapan sebelumnya mencakup sosialisasi, baseline, pelatihan kepala madrasah dan guru, pendampingan fasilitator daerah, hingga refleksi di tingkat madrasah dan kabupaten. Peserta terdiri atas unsur Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, pengawas MI fasilitator KBC, kepala madrasah, serta guru kelas dari 10 MI sasaran di Kecamatan Tuban.
Education Coordinator INOVASI Jawa Timur, Anhar Putra Iswanto, mengapresiasi implementasi KBC di Kabupaten Tuban yang dinilai mendapat perhatian positif dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menyebut, salah satu guru madrasah dari Tuban bahkan mendapat kesempatan membagikan pengalaman implementasi KBC pada peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta tingkat nasional oleh Menteri Agama.
“Perubahan yang kita harapkan adalah perubahan yang bertahan. Kita tidak mengharapkan perubahan yang sementara, dilakukan sekali dua kali lalu selesai. Yang paling penting adalah bagaimana diri kita berubah sebagai guru,” ungkapnya.
Anhar menjelaskan, refleksi implementasi menjadi bagian penting dalam penguatan KBC. Menurutnya, tantangan selama pelaksanaan pembelajaran pada Ramadan hingga pasca-Lebaran menjadi pengalaman yang perlu dievaluasi bersama agar penerapan KBC semakin optimal.
Selain refleksi implementasi sebelumnya, pelatihan IN-3 juga difokuskan pada penguatan nilai ekologis atau cinta alam dan nilai kebangsaan atau cinta tanah air. Kedua nilai tersebut menjadi bagian penting dalam KBC agar peserta didik tidak hanya memahami pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa.
“Nilai ekologis dan kebangsaan ini menjadi sangat penting, karena keduanya merupakan bagian dari inti Kurikulum Berbasis Cinta. Kita hidup di muka bumi ini tidak hanya untuk menikmati alam ciptaan Allah, tetapi juga belajar bagaimana menjaga dan memahami hubungan yang baik dengan alam sekitar,” jelasnya.
Anhar menambahkan, setelah tahap refleksi dan implementasi selesai, penguatan berikutnya akan diarahkan pada integrasi nilai-nilai KBC ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti IPAS, Bahasa Indonesia, hingga Al-Qur’an Hadis. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan perubahan pola pikir, pedagogi, hingga kepemimpinan pendidikan di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Program INOVASI Jawa Timur selama kurang lebih lima bulan terakhir. Menurutnya, KBC menghadirkan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada perubahan pola pikir guru dan keteladanan dalam pembelajaran.
“Guru tidak hanya dituntut sebagai mudarris, tetapi juga sampai pada tahapan mu’allim dan muaddib. Yang paling utama adalah keteladanan, karena anak-anak itu melihat perilaku kita,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Umi menilai, KBC selaras dengan program prioritas Kementerian Agama, terutama penguatan moderasi beragama, cinta kemanusiaan, ekoteologi, madrasah ramah anak, hingga layanan pendidikan dan keagamaan yang berdampak. Karena itu, implementasi KBC diharapkan tidak berhenti pada madrasah pilot, tetapi dapat diperluas ke jenjang madrasah lainnya di Kabupaten Tuban.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah tantangan perkembangan sosial anak. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi berakhlak yang akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.
“Kalau gurunya sudah berubah mindset-nya, insyaallah anak-anak juga akan berubah menjadi lebih baik. Puluhan ribu anak madrasah di Kabupaten Tuban inilah yang nantinya akan mewarnai Indonesia pada tahun 2045,” tuturnya. (yavid)










