TPID Tuban Turun ke Pasar, Pastikan Stok Bapokting Aman di Tengah Kenaikan Harga
- 11 June 2026 16:10
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 37
Tubankab - Di tengah naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tuban turun langsung memantau kondisi lapangan, Kamis (11/6). Monitoring pasar tersebut dilakukan di sejumlah pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok penting tetap terkendali.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pasar menjadi sasaran pemantauan, yakni Pasar Baru Tuban, Pasar Karangagung Kecamatan Palang, Pasar Beji Kecamatan Jenu, dan Pasar Merakurak. Dengan turut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait bersama Bulog Wilayah Tuban.
Belakangan ini, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional mengalami kenaikan. Bawang merah, beras, dan minyak goreng menjadi beberapa bahan pokok yang terpantau bergerak naik di pasaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat serta pengendalian inflasi daerah.
Terkait hal itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, M.AP, melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Tuban, Handrijanto, S.E., mengatakan pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan kondisi riil harga di lapangan sekaligus mengecek ketersediaan stok bahan pokok.
“Tim ingin memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia. Selain itu, kami juga memantau perkembangan harga beberapa komoditas yang belakangan mengalami kenaikan,” ujarnya.
Selain memeriksa harga dan stok, tim juga melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar tidak menjual komoditas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, harga di tingkat konsumen diharapkan tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
Menurutnya, hasil pemantauan lapangan menjadi bahan evaluasi TPID Kabupaten Tuban untuk menentukan langkah pengendalian inflasi, terutama bila ditemukan gejolak harga yang berpotensi memengaruhi daya beli warga.
Di sela pemantauan, tim juga berdialog langsung dengan pedagang terkait harga kulakan, distribusi barang, hingga kondisi pasokan. Informasi tersebut dibutuhkan untuk memperoleh gambaran kondisi pasar secara riil, termasuk faktor yang memengaruhi perubahan harga di tingkat pedagang.
Lebih lanjut, Handrijanto menjelaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga bahan pokok secara berkala dengan melibatkan instansi terkait. Koordinasi juga dilakukan bersama distributor dan Perum Bulog agar pasokan tetap terjaga serta masyarakat tetap mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, TPID Kabupaten Tuban akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk lebih memasifkan penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai wilayah. Langkah ini ditempuh agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
"Selain itu, TPID Kabupaten Tuban juga akan segera merumuskan langkah kebijakan lanjutan untuk menekan kenaikan harga pada sejumlah komoditas strategis agar tidak bergerak lebih tinggi di pasaran," pungkasnya. (yav)










