Pembinaan bagi 70 Pelaku Seni Langen Tayub dan Waranggono. (ist)

Upaya Lestarikan Tradisi, Pemkab Tuban Gelar Pembinaan bagi 70 Pelaku Seni Langen Tayub dan Waranggono

Tubankab – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan pembinaan bagi puluhan pelaku seni langen tayub dan waranggono di Aula Disbudporapar Kabupaten Tuban, Kamis (21/5). Langkah strategis ini diambil guna membentengi warisan budaya leluhur dari gempuran modernisasi sekaligus memacu regenerasi di kalangan muda.

Agenda berskala daerah ini diikuti 70 peserta yang merepresentasikan seluruh unsur pementasan tayub, meliputi waranggono, pengrawit, pramugari (pemandu acara), seniman praktisi, hingga guru seni se-Kabupaten Tuban. Melalui komposisi peserta tersebut, pemerintah daerah berupaya menyentuh seluruh lini regenerasi, baik dari aspek pelaku langsung di atas panggung maupun melalui jalur edukasi formal di sekolah.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa eksistensi langen tayub kini menghadapi tantangan berat seiring menurunnya minat generasi muda. Oleh karena itu, melalui pembinaan ini, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas, wawasan, serta profesionalisme para pelaku seni tanpa mencabut akar nilai tradisi yang ada.

“Pembinaan ini dimaksudkan sebagai upaya pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan kesenian tradisional daerah agar tetap eksis dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkap Emawan saat membuka acara.

Selain membidik peningkatan kualitas teknis para pelaku seni, agenda ini juga bertujuan memperkuat nilai etika dan budaya dalam setiap pertunjukan seni tayub. Dengan demikian, melalui pembekalan wawasan tersebut, pemerintah berharap apresiasi publik terhadap langen tayub sebagai identitas kultural Tuban kembali meningkat. Lebih lanjut, penguatan kompetensi para seniman ini diproyeksikan mampu memicu lahirnya generasi baru pelaku seni yang profesional, beretika tinggi, dan bangga terhadap kekayaan tradisi Nusantara. (miswon/yavid)

comments powered by Disqus