Hardiknas dan Otoda, Wabup Tuban Tekankan Peran Pendidikan dan Tata Kelola Daerah
- 04 May 2026 10:26
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 50
Tubankab - Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pemkab Tuban, Senin (4/5), saat ratusan peserta mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Momentum ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat pentingnya kualitas sumber daya manusia dan tata kelola daerah dalam menentukan arah pembangunan.
Upacara peringatan tersebut diikuti jajaran Forkopimda Tuban, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, perwakilan perbankan, guru dan siswa, serta pegawai di lingkungan Pemkab Tuban. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, menyampaikan amanat yang menegaskan posisi strategis pendidikan dan otonomi daerah sebagai dua pilar utama pembangunan.
Dalam amanatnya, Wabup Tuban menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum mengenang jasa Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional. Melalui semboyan Tut Wuri Handayani, Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan merupakan proses menuntun, membangun, dan memanusiakan manusia.
“Dalam sistem among asah, asih, dan asuh, pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memuliakan,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, terang Wabup Joko, tema Hardiknas 2026 “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menegaskan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga media memiliki peran yang saling melengkapi.
Lebih lanjut, pemerintah pusat hingga daerah terus mendorong langkah strategis peningkatan kualitas pendidikan. Upaya tersebut meliputi digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Sebagai wujud konkret, imbuhnya, Pemkab Tuban telah melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 berbasis data terpadu. Program ini memanfaatkan data terintegrasi untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi anak penyandang disabilitas dan anak putus sekolah.
“Melalui data hasil verifikasi dan validasi ASN yang disandingkan dengan data Dapodik, pemerintah dapat memetakan calon peserta didik secara rinci by name by address. Dengan demikian, perencanaan pendidikan menjadi lebih akurat, tepat sasaran, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, peringatan ini juga dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.” Tema tersebut mencerminkan komitmen memperkuat kemandirian daerah sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ditegaskan Joko—sapaan Wakil Bupati Tuban—otonomi daerah bukan sekadar kewenangan, tetapi amanah untuk mengelola potensi lokal, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci.
“Fokus kita meliputi pelaksanaan program prioritas nasional, reformasi birokrasi berbasis digital, peningkatan kemandirian fiskal daerah, kolaborasi antardaerah, serta pemerataan pembangunan dan layanan dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan dan otonomi daerah merupakan dua aspek yang saling menguatkan. Pendidikan yang berkualitas melahirkan sumber daya manusia unggul, sedangkan tata kelola pemerintahan yang baik menciptakan ekosistem yang mendukung kemajuan pendidikan.
Mengakhiri amanatnya, Wabup Tuban turut mengajak seluruh elemen untuk memperkuat komitmen dalam bekerja dengan hati, melayani dengan integritas, serta membangun dengan semangat kolaborasi demi masa depan Kabupaten Tuban yang lebih baik.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan dan bimbingan kepada kita semua,” pungkasnya. (agus/yavid)










