Rapat koordinasi lintas perangkat daerah digelar di Setda Tuban untuk memetakan indikator yang perlu diperkuat menjelang penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027. (kiki)

Menuju Penilaian 2027, Pemkab Tuban Matangkan Indikator Kabupaten Sehat

Tubankab - Pemkab Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mulai memetakan sejumlah indikator yang masih perlu diperkuat menjelang penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2027. Melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah di Ruang Rapat Dandang Watjono Setda Tuban, Selasa (12/5), pembahasan difokuskan pada evaluasi capaian tiap tatanan serta langkah perbaikan yang perlu segera dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., meminta seluruh OPD pengampu fokus mempersiapkan indikator pada masing-masing tatanan penilaian Kabupaten Sehat. Menurutnya, proses pembinaan tahun 2026 menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan penilaian tahun 2027. “Sekali lagi kami mohon tim koordinasi ini benar-benar nanti fokus untuk persiapan,” ujarnya.

Forum koordinasi program Kabupaten Sehat tersebut diikuti sejumlah perangkat daerah dan instansi lintas sektor yang menjadi pengampu indikator Kabupaten Sehat, di antaranya Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial P3A PMD, Satpol PP dan Damkar, Diskominfo SP, BPBD, unsur kepolisian, hingga Kementerian Agama Kabupaten Tuban.

Selain itu, Sekda Budi Wiyana menekankan capaian yang sudah tinggi harus tetap dipertahankan, sedangkan indikator yang masih rendah perlu segera ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor.

Pada penilaian tahun 2025, bebernya, Kabupaten Tuban berada pada kategori Padapa. Beberapa capaian tatanan di antaranya sehat mandiri 72,41, pendidikan 86, pasar 84, perkantoran dan perindustrian 90, pariwisata 79, lalu lintas 84, sosial 78, serta penanggulangan bencana 75.

Karena itu, Pemkab Tuban mulai mengidentifikasi kekurangan pada masing-masing tatanan agar capaian tahun 2027 dapat meningkat. Pemkab menargetkan Kabupaten Tuban naik kategori menuju Wiwerda, bahkan Wistara apabila seluruh indikator dapat dipenuhi secara optimal.

“Untuk mencapai itu, setiap tatanan minimal harus memenuhi capaian indikator yang ditentukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta penguatan koordinasi lintas OPD dilakukan sejak awal. Penanggung jawab teknis di masing-masing perangkat daerah diminta aktif melakukan pemantauan dan komunikasi agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan hingga tahapan penilaian dilaksanakan.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Tuban berharap program Kabupaten Sehat tidak berhenti pada pemenuhan administrasi penilaian, tetapi menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (yavid)

comments powered by Disqus