Perpustakaan Desa Didorong Lebih Modern dan Dekat dengan Masyarakat, Ini yang Dilakukan Dispersip Tuban
- 07 May 2026 19:46
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 68
Tubankab - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban menggelar bimbingan teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan-Teknologi Informasi Komunikasi (SPP-TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Ruang Auditorium Perpustakaan Umum Daerah Tuban, Kamis (7/5). Kegiatan tersebut melibatkan pengelola 11 perpustakaan desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tuban.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas perpustakaan desa agar mampu berkembang sebagai pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat. Selain bimtek luring, sebelumnya Dispersip Tuban juga menggelar sosialisasi program TPBIS secara daring pada Rabu (6/5).
Dalam pelaksanaannya, Dispersip Tuban menghadirkan narasumber yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Tuban, Muhammad Eka Suheri, serta pegiat literasi sekaligus Konsultan TPBIS, Zahid, sebagai narasumber. Keduanya memberikan penguatan terkait strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan literasi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Menurutnya, perpustakaan perlu bertransformasi agar menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Melalui bimtek ini, pihaknya berharap pengelola perpustakaan desa mampu menerapkan Program TPBIS ini dengan baik di perpustakaan desa masing - masing. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut penguatan program TPBIS di Kabupaten Tuban.
“Kami berharap perpustakaan desa di Tuban semakin aktif menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Perpustakaan harus mampu menjadi ruang belajar, ruang berbagi keterampilan, sekaligus pusat pengembangan literasi berbasis kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (yavid)










